Pemuda Ideal = Pemuda Muslim
Islam adalah agama yang sangat memperhatikan dan memuliakan para pemuda, hal ini terlihat dari bagaimana al-Quran menceritakan kisah tentang Ashaabul Kahfi. Mereka adalah cermin sekelompok pemuda yang beriman dan tegar keimanannya kepada Allah. Mereka berani meninggalkan kaumnya yang mayoritas menyimpang dari ajaran Allah dan penguasa yang dzalim sementara ratusan orang beriman dibinasakan dengan cara diceburkan ke dalam parit berisi api yang bergejolak. Akibat perlakuan penguasanya mereka pergi ke sebuah gua dan Allah SWT. menyelamatkan para pemuda tersebut dengan menidurkan mereka selama 309 tahun.
Ibnu Abbas ra. berkata, “Tidak ada seorang nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia (dipilih) dari kalangan pemuda saja (30-40 tahun). Begitu pula tidak ada seorang alim pun yang diberi ilmu melainkan ia dari kalangan pemuda.” Kemudian Ibnu Abbas ra. membaca firman Allah, Surat al-Anbiya ayat 60: Mereka berkata, “Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala, namanya Ibrahim.”
Dalam sejarah, kita lihat pembinaan pertama yang dilakukan Rasulullah SAW. terhadap para pemuda. Termuda, Ali bin Abi Thalib berusia 8 tahun hampir sama dengan Az-Zubair bin Al’Awwam. Kemudian Ja’far bin Abi Thalib (18), Usman bin Affan (20) dan Umar bin Khattab (26). Hanya Abu Bakar As Shiddiq yang berusia 37 tahun saat itu. Usamah bin Zaid, diusianya yang masih cukup belia (18), Rasulullah SAW. mengangkatnya menjadi panglima perang untuk memimpin pasukan kaum muslimin dalam penyerbuan ke wilayah Syam yang berada di bawah kekuasaan Romawi.
Pemuda-pemuda inilah yang dapat menjadi teladan bagi kita generasi pemuda di zaman modern ini. Ilmu pengetahuan yang luas, tidak hanya ilmu agama tapi juga ilmu dunia seperti: ilmu kedokteran, astronomi dan lainnya. Ketakwaan semata-mata hanya ditujukan untuk mencari ridho Allah dan RasulNya.
Dr. M. Manzoor Alam (1989: 40-43), menyebutkan ada sifat-sifat dasar yang dituntut dari pemuda Islam. Pertama, percaya dan hanya menyembah kepada Allah. Penundukkan diri sepenuhnya, pengikat diri secara total dan penyerahan diri seutuhnya kepada Allah adalah ciri pemuda yang utama. (QS. 17; 23 dan QS. 31: 12-13). Kedua, baik terhadap orang tua. Islam menekankan pentingnya berbuat baik terhadap orang tua yang merupakan bagian dari penyembahan kepada Allah Yang Maha Kuasa (QS. 17: 23). Ketiga, jujur dan bertanggung jawab. Pemuda Islam hendaknya berikhtiar untuk memanfaatkan amanah yang berupa kekayaan, kedudukan, kesehatan, tindakan, pengetahuan, dll. (QS. 17: 16-17). Keempat, persaudaran dan kasih sayang. Pemuda Islam hendaknya memiliki sifat mencintai sesamanya dan hendaknya dijiwai oleh semangat berkorban (QS. 49: 10 dan 3: 103). Kelima, bermusyawarah. Pemuda Islam harus berpegang kepada musyawarah dan harus selalu mentaati norma-norma permusyawarahan, seperti diamanatkan dalam Alquran Surat
Asy-Syurura (42): 38 dan Ali ‘Imran (3): 159.
Alangkah indahnya bila sifat-sifat dasar tersebut ada di dalam diri pemuda Muslim Indonesia. Bukan hal yang mustahil pemuda-pemuda tersebut akan membawa perubahan dan kemajuan ke arah yang jauh lebih baik. Menjadikan bangsa Indonesia negara maju yang disegani tidak hanya di Asia tetapi di dunia. Amin allahumma amin. Pertanyaannya adalah mampukah kita membangun terwujudnya pemuda yang sesuai dengan tuntutan Alquran tersebut? (jl)
